Laporan Akhir

 



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM 

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA


1. Mengukur dan Mengamati Tengangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

120 V--

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

4,4 V1000 S1000 Hz

2. Membandingkan Frekuensi 

Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1005 Hz1000 Hz

Gergaji

1003 Hz1000 Hz

Pulse

1000 Hz1000 Hz

3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan

Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Lissajous

1:1

1000Hz 1000Hz


1:2

2000Hz 1000Hz


2:1

1000Hz 2000Hz


1:3

1000Hz 3000Hz


3:1

3000Hz 1000Hz


2:3

2000Hz 3000Hz

3:2

 3000Hz

 2000Hz




4. Pengukuran daya Beban lampu Seri 


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,3009 Watt0,25 V0,2 A0,05 Watt

2 Lampu

0,8807 Watt0,8 V0,2 A0,16 Watt

3 Lampu

1,3288 Watt
0,2

5. Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,5629 Watt1,8 V0,29 A0,522 Watt

2 Lampu

1,0782 Watt1,8 V0,24 A0,432 Watt

3 Lampu

1,5579 Watt1,8 V0,29 A0,522 Watt

2. Prinsip Kerja [Kembali]

A. OSCILLOSCOPE

    1. Kalibrasi Oscilloscope

        Pada saat melakukan kalibrasi osiloskop, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa amplitudo, frekuensi, dan bentuk gelombang yang ditampilkan pada layar benar-benar sesuai dengan sinyal sebenarnya. Kalibrasi ini penting agar hasil pengukuran tidak mengalami kesalahan (error). 

        Proses kalibrasi dilakukan dengan cara menghubungkan probe input osiloskop ke terminal kalibrasi pada osiloskop. Kemudian, atur skala tegangan dan skala waktu, serta menyesuaikan posisi tampilan gelombang agar sejajar dan proporsional. Penyesuaian ini penting supaya hasil pembacaan menjadi lebih tepat dan akurat.

    2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


        Pengukuran dan pengamatan tegangan searah (DC) serta tegangan bolak-balik (AC) menggunakan osiloskop dilakukan melalui beberapa pengaturan. Tegangan DC sebesar 4 V terlebih dahulu dihubungkan ke kanal B pada osiloskop. Melalui kanal ini, sinyal searah dapat ditampilkan sehingga bentuk gelombangnya dapat diamati dan besar tegangannya dapat diukur.
      Selanjutnya, untuk mengamati tegangan dan bentuk gelombang AC, digunakan sinyal sinusoidal yang dihasilkan oleh signal generator dengan frekuensi 1 kHz dan amplitudo 4 Vp-p (volt peak-to-peak). Sinyal tersebut kemudian dihubungkan ke kanal A osiloskop, sehingga gelombang bolak-balik dapat terlihat dengan jelas pada layar dan dapat dianalisis sesuai kebutuhan.

    3. Mengukur dan Mengamati Frekuensi
        Susun rangkaian seperti gambar berikut : 


      Pengukuran frekuensi menggunakan osiloskop dilakukan dengan cara menangkap dan menampilkan bentuk gelombang sinyal yang dihasilkan oleh function generator. Setelah gelombang terlihat pada layar, nilai frekuensi yang diperoleh dari osiloskop dibandingkan dengan frekuensi yang tertera pada function generator. Perbandingan ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketepatan dan keakuratan hasil pengukuran.

    4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
        Susun rangkain seperti gambar berikut :


   Membandingkan frekuensi menggunakan pola Lissajous pada osiloskop dilakukan dengan menampilkan dua sinyal tegangan pada sumbu X dan Y. Setelah kedua sinyal tersebut ditampilkan, kita dapat mengamati bentuk pola yang muncul di layar. Pola Lissajous ini memudahkan kita untuk melihat hubungan frekuensi secara visual dengan cara yang cukup sederhana namun tetap akurat. Melalui bentuk pola yang terbentuk, perbandingan frekuensi kedua sinyal dapat diketahui dengan menghitung jumlah simpul atau titik potong pola terhadap masing-masing sumbu.

B. PENGUKURAN DAYA
     
     5.  Mengukur Daya Satu Fasa



        Pengukuran daya satu fasa pada rangkaian seri maupun paralel dilakukan dengan mengetahui besar daya listrik yang digunakan oleh beban menggunakan alat ukur wattmeter. Pada rangkaian seri, arus yang mengalir melalui setiap beban bernilai sama, sedangkan pada rangkaian paralel, tegangan yang diterima masing-masing beban adalah sama besar. Prosesnya dilakukan dengan menghubungkan sumber AC ke rangkaian, kemudian mencatat nilai daya yang terbaca pada wattmeter. Setelah itu, hasil pengukuran dianalisis untuk melihat bagaimana susunan rangkaian memengaruhi besar daya listrik yang digunakan. 

3. Video Percobaan [Kembali]



4. Analisa[Kembali]

    1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
        Jawab :
        Kalibrasi pada oscilloscope penting dilakukan untuk memastikan alat ini mengukur sinyal listrik dengan akurat. Dengan kalibrasi, kita bisa mengurangi kesalahan pengukuran yang terjadi karena perubahan komponen internal seiring waktu. Kalibrasi juga menjaga agar hasil pengukuran tetap konsisten . Selain itu, proses ini memastikan bahwa oscilloscope memberikan data yang valid dan dapat dipercaya dalam jangka panjang.

    2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda
         Jawab :
  • Analisis Tegangan AC
  1. Memiliki amplitudo yang berfluktuasi dari positif ke negatif dengan siklusnya (biasanya berbentuk sinusoidal)
  2. Memiliki frekuensi yang menunjukkan jumlah siklus per detik, diukur dengan satuan Hz
  3. Memiliki perioda yang menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus penuh
  • Analisi Tegangan DC
  1. Memiliki ampitudo tetap dan tidak berubah
  2. Tidak memiliki frekuensi karena arusnya mengalir dalam satu arah yang konstan
  3. Memiliki perioda tak hingga karena frekuensi yang dihasilkan nol
    3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi
        Jawab :
    1. Gelombang Sinusoidal
       Jenis gelombang periodik yang berosilasi (bergerak ke atas dan ke bawah). Pada frekuensi osiloskop gelombang ini memiliki 1.000 Hz dan generator fungsi 1.000 Hz.

       2. Gelombang Gigi Gergaji
           Gelombang yang memiliki bentuk yang naik secara linier dan turun secara tiba-tiba atau sebaliknya.
    

      3. Gelombang Kotak (Pulsa)
        Gelombang yang memiliki nilai maksimum dan minimum dengan perubahan tiba-tiba.
 

      4. Gelombang Segitiga
      Gelombang yang naik dan turun dengan kecepatan konstan, digunakan dalam sistem pengendali dan modulas sinyal.
    
    
     4. Bandingkan nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri 
          Jawab : 
           Pada pengukuran daya beban rangkaian lampu seri, arus yang mengalir sama setiap lampu dan tegangan setiap lampu berbeda. Secara teori, daya terukur seharusnya sama dengan daya terhitung. Daya terhitung dihitung dengan rumus (P = V x I). Namun, terjadi beberapa kesalahan dalam pengukuran yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kesalahan pembacaan atau perhitungan dan kerugian daya pada kabel atau sambungan.

    5. Bandingkan nilai daya terukur dari nilai daya terhitung dan pengukuran beban lampu paralel 
        Jawab : 
          Pada pengkuran daya lampu paralel, tegangan tiap hambatan cenderung sama, namun nilai arusnya juga cenderung sama. Seharusnya sesuai teori, nilai arus berbeda karena terjadi pembagian arus.

5. Download File[Kembali

    Video Membandingkan Frekuensi Dengan Cara Lissajous [DISINI]

    Download File Laporan Akhir [DISINI]



Komentar

Postingan populer dari blog ini